🏆 Mengikuti Kegiatan Kesenian Berguna Untuk Melestarikan

Abstract This report aims to review the role of done by of tourism and culture Ponorogo Regency effort in preserving local culture and local art, Also, to know what just working in the opposite keseniansendiri atau dikhususkan untuk kegiatan kesenian (Puji Purwati, 2019) agar kesenian yang ada disana dapat memiliki wadah khusus. Yang diharapkan ialah sebuah tempat pertunjukan atau fasilitas pertunjukan yang dimana didalamnya terdapat sebuah fasilitas-fasilitas untuk menunjang kegiatan khusus kesenian yang ada di Kabupaten Rembang. Kesenianyang ada di tengah masyarakat itu, oleh BPSMP Sangiran coba untuk difasilitasi berupa peningkatan pemahaman dan kualitas kesenian yang dibawakan. Bentuk fasilitasi tersebut berupa penyelenggaraan Penyuluhan Cagar Budaya yang pada tahun 2018 ini dengan mengajak 2 kelompok kesenian masyarakat untuk mengikuti kegiatan. 4 Macam-macam Kegiatan Ekstrakurikuler Macam-macam kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah diantaranya sebagai berikut: 1. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Organisasi siswa di kelas merupakan tanggung jawab wali kelas masing-masing, meskipun tanggung jawab terakhir tetap ada di tangan kepala sekolah. Darikesenian ini masyarakat diajak untuk mampu menjadikan potensi sekitarnya sebagai lahan mencari tambahan nafkah selain juga melestarikan kebudayaan di sekitarnya. Peserta diajak untuk mengenal potensi mereka dan kemudian untuk berusaha meningkatkan potensi yang dimiliki. Kesenianmerupakan salah satu unsur dari kebudayaan. Di dalamnya kesenian juga terdapat adat istiadat, agama, bahasa, mata pencaharian dll. Hasil karya atau buah tangan dari manusia itu adalah yang disebut Seni. Indonesia yang mempunyai sejarah yang begitu panjang dan disinggahi berbagai bangsa dan negara lain. Katakunci: Kesenian Methik Pari, Pelestarian, Peran Masyarakat. Kesenian Methik Pari merupakan kesenian tradisional yang penciptaannya dilatarbelakangi oleh adat istiadat masyarakat Desa Jeruk ketika menyambut musim panen. Setiap kesenian tradisional tentunya harus dijaga kelestariannya. Pelestarian terhadap kesenian Methik Pari itu sendiri PusatPemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Menggelar Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepeloporan Seni Budaya Lokal Bagi Pemuda Tahun 2022. Pelatihan di gelar selama 2 hari, tanggal 24-25 Juni 2022 dan dibuka langsung oleh Deputi 1 Kemenpora RI Faisal Abdullah. Sabtu, 25 Jun 2022. BAGIKAN : Berperanaktif untuk melestarikan adat istiadat dan saling mendukung dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang lain ketika melakukan ritual budaya daerahnya adalah bentuk toleransi terhadap keberagaman? Ras Norma Agama Gender Semua jawaban benar Jawaban Yang Benar Menurut Pilihan diatas adalah A. Ras Minimal2 kali mengikuti kegiatan kerja bakti di lingkungan tempat tinggalnya; Dapat menampilkan kesenian daerah di depan umum minimal satu kali. Pencapaian Pengisian SKU: Secara Perorangan maupun bersama teman-temannya menampilkan salah satu kesenian daerah. Mengenal, mengerti dan memahami isi AD & ART Gerakan Pramuka. Pencapaian Pengisian SKU: MANGROVEharus terus dipelihara kelestariannya demi kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta perlu bekerja sama memelihara mangrove. Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono Prawiraatmadja berharap masyarakat semakin peduli memelihara ekosistem mangrove. Apalagi mangrove sangat berguna dalam memelihara ekosistem lingkungan hidup. Usahakuuntuk ikut melestarikan elang jawa 1. No usahaku untuk ikut melestarikan elang jawa 1 menyadarkan masyarakat untuk tidak berburu elang jawa. Mengenal jenis burung elang jawa, ciriciri, makanan, harga. Burung elang jawa (nisaetus bartelsi) merupakan acuan lukisan burung garuda. Tuliskan hasilnya dalam tabel seperti contoh berikut. Tlp8kK. Kesenian daerah merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi suatu negara. Namun, kesenian daerah kerap terabaikan dan kurang diapresiasi dibandingkan dengan kesenian modern. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk melestarikan kesenian daerah agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Salah satu cara untuk melestarikan kesenian daerah adalah dengan mengajak masyarakat setempat untuk ikut serta dalam aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan kesenian daerah. Misalnya, dengan mengadakan lomba-lomba atau festival-festival yang menampilkan kesenian daerah, maka masyarakat akan lebih mengenal dan mengapresiasi kesenian daerah tersebut. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan mengajak para seniman kesenian daerah untuk memberikan workshop atau kursus-kursus kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat belajar langsung dari para seniman kesenian daerah dan mengenal lebih dalam tentang kesenian daerah tersebut. Pemerintah juga berperan penting dalam melestarikan kesenian daerah. Pemerintah dapat mengeluarkan dana atau fasilitas untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kesenian daerah, seperti pembangunan gedung seni atau taman budaya. BACA JUGA Beasiswa Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi, Tips dan Contoh Surat Permohonan Pemerintah juga dapat memberikan perlindungan terhadap karya seni daerah agar tidak diplagiat atau dirusak oleh pihak lain. Melestarikan kesenian daerah bukan hanya tugas pemerintah atau seniman saja, namun juga merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh masyarakat. Masyarakat dapat ikut serta dalam aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan kesenian daerah, serta memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kesenian daerah. Dalam melestarikan kesenian daerah, juga sangat penting untuk menjaga agar kesenian daerah tersebut tidak menjadi komoditi atau alat untuk mendapatkan keuntungan semata. Kita harus menjaga agar kesenian daerah tersebut tetap dikembangkan dan dipertahankan sebagai warisan budaya yang berharga bagi suatu negara. Kesenian daerah merupakan bagian penting dari budaya suatu wilayah, yang mencerminkan sejarah, tradisi, dan kebudayaan masyarakat setempat. Melestarikan kesenian daerah bertujuan untuk menjaga keberlangsungan kesenian tersebut agar tetap eksis dan dapat diteruskan ke generasi berikutnya. Salah satu cara untuk melestarikan kesenian daerah adalah dengan mengadakan program-program pendidikan yang difokuskan pada kesenian daerah. Program-program ini dapat berupa pelatihan atau pendidikan formal bagi para seniman lokal, atau program kursus yang ditujukan untuk masyarakat umum. Dengan mengikuti program-program ini, masyarakat dapat belajar tentang kesenian daerah yang ada di wilayah mereka, dan mengasah kemampuan mereka dalam menghargai dan menjaga kesenian daerah tersebut. Selain itu, melestarikan kesenian daerah juga dapat dilakukan dengan mengadakan festival-festival kesenian daerah. Festival-festival ini dapat berupa pameran seni, pertunjukan, atau acara-acara lain yang menampilkan kesenian daerah. Festival-festival ini dapat menjadi sarana untuk mengenalkan kesenian daerah kepada masyarakat luas, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kesenian daerah di kalangan masyarakat. Selain itu, media dan teknologi dapat membantu melestarikan kesenian daerah, salah satunya dengan merekam atau merekam kesenian daerah yang ada dan membuat arsip yang dapat digunakan untuk referensi dan perbandingan dikemudian hari. Pemerintah juga dapat membantu melestarikan kesenian daerah dengan memberikan dukungan finansial dan fasilitas untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kesenian daerah. Hal ini dapat membantu para seniman lokal dalam mengembangkan kreativitas mereka dan menyebarluaskan kesenian daerah kepada masyarakat luas. Secara keseluruhan melestarikan kesenian daerah memerlukan kesadaran, partisipasi, dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, seniman, masyarakat, dan para pengamat budaya. Hal ini dapat membantu dalam menjaga keberlangsungan kesenian daerah tersebut, satu diantaranya adalah kesenian kuda lumping. Asal Usul Kesenian Kuda Lumping Bukan sekali atau dua kali, negeri tetangga kita, Malaysia dikabarkan kembali mengklaim salah satu budaya Indonesia menjadi milikinya. Mulai dari batik, wayang kulit, tari piring, keris, kuda lumping, sampai kuliner seperti nasi goreng, cendol, bahkan jamu. Kejadian seperti itu membuat kedua bangsa serumpun yang sebenarnya banyak kemiripan ini jadi terkesan kurang akur’. Terlepas dari simpang siur berita yang beredar serta apa yang mendasari sampai munculnya klaim itu, ada baiknya kita kembali memahami bahwa budaya itu tidak lain adalah cerminan dari masyarakatnya. Kesenian tari kuda lumping adalah sebuah seni tari yang dipentaskan dengan memakai alat-alat berupa kuda tiruan yang dibuat dari bahan anyaman bambu. Kuda lumping atau sering disebut jaran kepang’ merupakan salah satu kesenian khas yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur. 5 Macam Penerapan Pancasila pada Generasi Milenial​ Pertunjukan tari kuda lumping biasanya diadakan pada saat acara-acara penting seperti penyambutan tamu kehormatan, acara karnaval tahunan, dan juga acara-acara syukuran. Pertunjukan kuda lumping diawali dengan bunyi sebuah pecutan atau cambuk besar yang sengaja dikenakan para pemainnya. Kuda lumping biasanya diiringi alat musik tradisional Jawa, seperti gamelan, gendang serta nyanyian berbahasa Jawa. Di tangan pemain profesional, kuda lumping sering dikaitkan dengan makhluk halus karena atraksi-atraksinya yang penuh energi supranatural dan bernuansa magis. Itulah yang membuat penonton terkesima oleh atraksi-atraksi yang disajikan. Ada sumber yang menyebutkan bahwa gerakan-gerakan di dalamnya menggambarkan kisah tentang latihan perang pasukan kerajaan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I sebagai Raja Mataram untuk menghadapi pasukan Belanda. Dalam versi lain menyebutkan bahwa asal usul kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah yang dibantu oleh Sunan Kalijaga melawan Bangsa Belanda yang menjajah tanah air. Sumber lain lagi menyatakan bahwa kesenian ini adalah bentuk dukungan rakyat terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro untuk menghadapi penjajah Belanda. Yang pasti, tari kuda lumping memiliki makna yang mendalam, yaitu dianggap merefleksikan semangat heroisme di tengah peperangan melawan penjajah. Baca berita Edukasi lainnya di tautan ini dan berita terkini dari di Google News dengan klik tautan ini. Baca berita lebih cepat, unduh aplikasi di Google Play di tautan ini. TERPOPULER Unduh aplikasi di Google Play di Google News Outhwaite dan Battomore dalam Simatupang 2013 232 menjelaskan bahwa, jelas kiranya bahwa tradisi’ merupakan istilah yang dipinjam dari bahasa asing. Tradisi berasal dari kata tradere dalam bahasa latin yang berarti menyampaikan Inggris deliver, meneruskan Inggris transmit, dan digunakan dalam arti kandungan-kandungan masa lalu yang diteruskan ke masa kini dan masa depan. Biasanya tradition’ Inggris merujuk pada kebiasaan yang berlaku di masa kini namun memiliki akar cukup panjang dalam kebiasaan masa silam. Malarsih 2005 256 menjelaskan bahwa melestarikan dapat dilakukan atau terkait dengan dipertahankan, mengembangkan, dan disebarluaskan. Dipertahankan yang berarti dijaga keasliannya, mengembangkan yang berarti berpijak dari yang asli dibuat lebih menyesuaikan dengan perkembangan masa baik materi maupun fungsinya, dan disebarluaskan yang dimaksudkan selain digunakan untuk lingkungan sendiri juga diupayakan supaya dapat digunakan dan dinikmati oleh masyarakat. Menurut Karmadi 20075 upaya pelestarian memiliki arti upaya memelihara untuk waktu yang sangat lama dan berkelanjutan sustainable. Bukan pelestarian yang hanya mode sesaat, berbasis proyek, berbasis donor dan elitis tanpa akar yang kuat di masyarakat, pelestarian tidak akan dapat bertahan dan berkembang jika tidak di dukung oleh masyarakat luas dan tidak menjadi bagian nyata dari kehidupan kita pelestarian harus hidup dan berkembang di masyarakat. Upaya pelestarian sebagai langkah wajib agar seni tidak punah dan mati, bentuk konkrit dalam upaya pelestarian dapat berupa pembelajaran, festival, lomba seni, misi kesenian dan pendalaman proses berkesenian Nuranani 201015. Pelestarian kesenian tradisional buka berarti menetapkan kesenian menjadi baku, menjadi absolut dan tak dapat berubah untuk berkembang. Pelestarian justru dimaksudkan untuk dikembangkan, namun tidak lepas dari sumbernya yakni tradisi yang justru memberi warna atau kesenian yang kita kembangkan dengan demikian bisa di bedakan kesenian daerah satu dengan lain dalam pembelajarannya Bastomi 198868. Pelestarian budaya yang dirumuskan dalam draf RUU tentang kebudayaan 1999 dijelaskan bahwa pelestarian budaya berarti pelestarian terhadap eksistensi suatu kebudayaan dan bukan berarti membekukan kebudayaan didalam bentuk-bentuknya yang sudah pernah dikenal saja. Pelestarian dilihat sebagai sesuatu yang terdiri dari tiga aspek, yaitu perlindungan, pengembangan, pemanfaatan Sedyawati 2008 152. 13 Tindakan-tindakan pelestarian yang dapat ditempuh yaitu 1 pendokumentasian secermat mungkin dengan menggunakan berbagai media yang sesuai; hasil dokumentasi ini selanjutnya dapat menjadi sumber acuan, tentunya apabila disimpan di tempat yang aman dan diregistrasi secara sistematis dengan kemungkinan penelusuran yang mudah, 2 pembahasan dalam rangka penyadaran, khususnya mengenai nilai-nilai budaya, norma, dan estetika, 3 pengadaan acara penampilan yang memungkinkan orang “mengalami” dan “menghayati”. Tanpa ketiga tindakan tersebut maka pelestarian mungkin tidak akan terjadi dengan sendirinya secara alamiah. Upaya pelestarian diarahkan untuk membuat kesenian tradisional tetap aktual dalam arti nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap dirasakan sebagai pemenuhan kebutuhan. Salah satu cara untuk melestarikan kesenian tradisional dapat dilakukan dengan cara diadakannya regenerasi, yaitu mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi berikutnya Sedyawati 2008 280 Upaya pelestarian kesenian tradisional perlu adanya pembinaan terhadap kesenian daerah. Pembinaan dilakukan dalam rangka mengembangkan kesenian tradisional agar dapat memperkaya kesenian Indonesia yang beraneka ragam. Pengembangan kesenian tradisional bertujuan untuk membuat seni tradisional itu tetap hidup dan terus berkembang. Pengembangan berasal dari kata ’kembang’’ dapat berarti menjadi bertambah-tambah sempurna Poerdarminto 1984 473. Pengembangan sangat erat kaitannya dengan masalah yang menyangkut mutu seni. Pengembangan itu meliputi cakupan bidang garapan dengan tidak meninggalkan ciri khasnya. Pengembangan kesenian tradisional dapat dilakukan dengan membesarkan volume penyajiannya, meluaskan wilayah pengenalannya dan tidak menutup kemungkinan diolah dan diperbaharui wilayah sesuai dengan perkembangan zaman. Usaha pengembangan merpakan usaha untuk menghidupkan kembali kesenian tradisional di lingkungan masyarakat pendukungnya Sedyawati 1984 50-51. Dalam pengembangan kesenian tradisional sekarang ini tidak lepas dari masalah-masalah adanya pengaruh dari luar yakni pengaruh dari kebudayaan asing. Dalam usaha pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional perlu adanya sikap selektif untuk dapat selalu menjaga kelangsungan perkembangan kesenian tradisional, juga diperlukan sarana dan prasarana sebagai wadah kegiatan baik melalui jalur formal maupun non formal. Jalur formal, misalnya melalui lembaga-lembaga pendidikan sekolah, sedangkan jalur non formal dapat melalui kegiatan ini dapat tercapai usaha pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional. Gejala yang menarik dalam perkembangan dan pengembangan kesenian dewasa ini adalah kepedulian pemerintah terhadap kesenian dan potensi seni menjadi lahan bisnis. Tujuan utama dari pembinaan terhadap kesenian seni tradisi adalah untuk menciptakan dan mendorong rasa kebersamaan antara warga suatu masyarakat. Pengembangan kesenian tradisional diolah senantiasa sesuai dengan cita rasa yang telah berbentuk. Melalui jalur pengembangan manapun, tujuan seni tak akan berubah. Kesenian itu bersifat menghibur dan menjanjikan kepuasan dan merangsang bertingkat-tingkat dari badan, emosi lalu ke jiwa Sedyawati 15 1984121. Kesenian tradisional yang telah mengalami perkembangan akan cenderung untuk selalu kembali kepada bentuk-bentuk tertentu. Seni tradisi memberi kesan selalu berulang. Dapat disimpulkan, usaha pelestaian dan pengembangan kesenian tradisional merupakan serangkaian kegiatan dalam mempertahankan keberadaan kesenian tradisional dalam kehidupan masyarakat dengan melakukan berbagai upaya penyesuaian. Usaha pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional memegang peranan yang penting, karena merupakan dasar dan sumber untuk masa yang akan datang. Upaya pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional merupakan upaya nyata, yang bertolak dari masa lampau dan berorientasi pada masa depan. Upaya pelestarian juga mengandung pengertian pengembangan, maka kemasan kesenian tidak harus sama seperti ketika kesenian itu dilahirkan. Memperkembangkan kemasan kesenian harus disesuaikan dengan keadaan masyarakat sekitar. Seperti halnya kesenian Balo-balo yang dulunya hanya kesenian yang identik dengan musik rebana dan dipertunjukan di acara religi saja dengan sekarang yang ada sudah berbeda dan dalam proses pelestariannya. Tentu bentuk dari kesenian Balo-balo memiliki banyak perkembangan. Proses Pelestarian Kebudayaan merupakan warisan sosial, kebudayaan diturunkan dari generasi ke generasi melalui proses pembelajaran, baik secara formal maupun informal. Adapun pembelajaran formal itu umumnya dilakukan lewat program-program pendidikan dalam berbagai lembaga pendidikan. Semua wujud kebudayaan spiritual maupun material yang berupa sistem gagasan, ide-ide, norma-norma, aktivitas-aktivitas berpola, serta berbagai benda hasil karya manusia dikemas dalam pelajaran dan kurikulum yang disusun serta diberikan secara tematik. Proses pembelajaran informal diselenggarakan melalui proses enkulturasi dan sosialisasi Kodiran 2004 10. Enkulturasi yaitu proses penerusan kebudayaan kepda individu yang segera dimulai setelah lahir, yaitu pada saat kesadaran yang bersangkutan mulai tumbuh dan berkembang. Proses enkulturasi yakni pembudayaan seseorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya terhadap adat-istiadat, sistem norma dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Dengan kata lain, enkulturasi adalah pewarisan dengan cara unsur-unsur budaya itu dibudayakan kepada individu-individu warga masyarakat pendukung kebudayaan tersebut Kodiran 2004 11. 1 Sosialisasi Usaha untuk melestarikan budaya tradisional dapat dilakukan dengan cara sosialisasi. Sosialisasi sangat penting karena merupakan proses pembelajaran seseorang untuk mempelajari pola hidup sesuai nilai, norma dan kebiasaan yang ada di masyarakat. Tujuan dan fungsi sosialisasi ini adalah untuk memberikan keterampilan serta mengembangkan kemampuan seseorang serta mampu mempelajari dan menghayati norma-norma yang ada di masyarakat. Selanjutnya hasil dari sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam menyebar luaskan budaya tradisional. 17 George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan melalui tahap-tahap yaitu yang pertama adalah tahap persiapan preparatory stage, tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seseorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Tahap yang kedua adalah tahap meniru play stage, tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran oleh orang dewasa. Kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk dalam tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang sangat berarti significan other. Tahap ketiga adalah tahap siap bertindak game stage, pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubungannya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku diluar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku diluar keluarganya. Tahap keempat yaitu tahap penerimaan norma kolektif generalized stage, pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, dia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya diunduh pada tanggal 17 september 2015. 2 Pementasan Upaya pelestarian tari juga dapat dilakukan dengan diadakannya pementasan, pementasan bisa dilakukan di berbagai even, dengan diadakannya pementasan ini diharapkan agar masyarakat dapat terhibur dan bisa mengenal bentuk dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat yang terkandung dalam tarian yang dipentaskan. Dengan penyelenggaraan pementasan tari dapat menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap tari daerah. Dalam proses sosialisasi seperti ini sangat efektif dalam mengenalkan kesenian tari budaya terutama tari Ngancak Balo di kalangan masyarakat luas. Dengan mengadakan progam pencari bakat-bakat baru yang mau dan berminat mendalami tarian Ngancak Balo demi melestarikan kesenian tersebut. 3 Peningkatkan Mutu Peningkatan mutu pementasan sangat penting, dengan adanya peningkatan mutu pementasan maka keberadaan tari daerah dapat terjaga keberlangsungannya. Peningkatan mutu dapat dilakukan dengan cara memberi pembelajaran dan bimbingan khusus pada para pecinta seni khususnya seni tari untuk memperbaiki penampilan. Bimbingan itu diberikan dengan tujuan untuk mencari bibit-bibit baru penari sebagai wujud regenerasi. Peningkatan mutu juga dapat dilakukan 19 dengan cara menambahkan kreasi-kreasi kolaborasi atraksi lain agar pementasan lebih menarik. 4 Melakukan Pembinaan Upaya pelestarian tari juga bisa dengan cara mengadakan pelatihan atau pembinaan terhadap generasi muda sekarang. Mengadakan pelatihan ini dihararapkan dengan adanya pelatihan rutin tari daerah bisa lebih dikenal dan bisa di praktekan oleh generasi muda sekarang. Tak bisa dipungkiri bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang paling kaya akan warisan kesenian tradisional. Bahkan, beberapa dari kesenian tradisional tanah air telah tersohor di tradisional Indonesia adalah identitas bangsa yang wajib dilestarikan. Namun, seiring perkembangan zaman makin banyak masyarakat yang mulai melupakan dan meninggalkan kesenian Millennial sebagai penerus bangsa pun tampaknya lebih memilih budaya dan kesenian modern dibandingkan milik bangsa sendiri. Kurangnya antusias dan anggapan ketinggalan zaman menjadi salah sau penyebab melunturnya kebanggaan anak bangsa terhadap kesenian sebagai generasi millennial tentunya kamu tidak mau dilabeli sebagai anak muda yang tidak bangga akan Indonesia kan? Biar tetap gaul dan kekinian, ini 5 cara bagi generasi millennial untuk melestarikan kesenian Mulai mencintai kesenian Indonesia dari diri clemono2Sebelum kamu menggerakkan orang lain, maka gerakkanlah dirimu sendiri. Tanya pada dirimu, bagaimana rasa cinta kamu terhadap kesenian Indonesia? Seberapa luas wawasan kamu tentang kesenian Indonesia? Apa kamu sudah tahu kesenian lokal khas daerahmu?Nah, ternyata benar kalau kata pepatah "tak kenal maka tak sayang", maka kamu harus kenal dulu dengan kesenian khas Indonesia biar jatuh mulai berkenalan dengan kesenian-kesenian yang ada di Indonesia. Memang kesenian Indonesia sangatlah banyak, akan sulit berkenalan dengan semua kesenian yang ada di kamu bisa mulai dari kesenian lokal yang ada di daerahmu dulu kok. Jadi, tidak ada alasan lagi dong untuk menunda berkenalan sampai jatuh cinta terhadap kesenian Indonesia?2. Buat komunitas yang bergerak di bidang kesenian cukup sulit jika harus melestarikan kesenian Indonesia sendirian. Butuh orang-orang yang bergerak pada satu visi yang sama yakni untuk menyebarluaskan semangat dan cinta terhadap kesenian Indonesia. Maka, membentuk komunitas salah satu solusinya. Generasi millennial yang berjiwa produktif, pasti senang banget dong berkumpul di komunitas ini masih jarang banget ada komunitas yang bergerak di bidang kesenian tradisional. Nah, tentu hal ini jadi kesempatan besar bagi anak muda untuk membangun komunitas kesenian komunitas tari tradisional, komunitas batik lukis atau bahkan komunitas wayang kulit. Banyak banget kok kesenian Indonesia yang bisa jadi inspirasi kamu membangun komunitas. Dijamin gak bakal kehabisan ide deh! Baca Juga 7 Musuh Besar Generasi Millennial & Gen Z di Serba Kemajuan Teknologi 3. Mempelajari kesenian Indonesia lewat cara rawpixel/collectionsTak hanya sekadar tahu, namun usahakan kalau kamu juga bisa. Ya, setidaknya bisa menguasai salah satu dari kesenian Indonesia. Coba kuasai satu bidang kesenian yang kira-kira kamu banget. Mungkin di bidang seni tari, seni musik, seni rupa atau seni sastra. Banyak cara asyik bagi kamu untuk belajar kesenian tradisional, seperti lewat komunitas, kursus atau belajar benar, belajar otodidak! Caranya bagaimana? Kamu bisa memanfaatkan laptop atau smartphone yang selalu kamu genggam sebagai sarana belajar. Melalui akses media sosial Instagram, YouTube, atau tulisan orang-orang di blog sangat banyak tutorial dan cara mempelajari berbagai kesenian tradisional yang ada di Mengurangi konsumsi kesenian dari bangsa cgram2000Di zaman derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi kini, tak bisa dihindari kalau budaya dan kesenian asing begitu cepat sampai dan diterima masyarakat Indonesia. Tak harus sampai menutup diri dengan kesenian bangsa lain, kamu hanya perlu mengurangi konsumsi terhadap kesenian dari negara lain. Kenapa? Karena terkadang kita juga perlu mengetahui dan memiliki wawasan tentang bangsa lain. Be open minded!Jadilah generasi millennial yang bersikap terbuka namun tetap memiliki prinsip dan batas diri. Jangan sampai kecintaan dan kebanggaan kamu lebih besar dengan kesenian bangsa lain dibandingkan bangsa sendiri. Oke?5. Memanfaatkan teknologi dan internet sebagai sarana mempromosikan kesenian alejandroescamillaSaat ini akses teknologi berkembang begitu pesat di dunia. Masyarakat sudah mulai beralih dari aktivitas manual ke digital. Perpaduan teknologi dan akses internet membuat kegiatan menjadi serba mudah dan serba bisa. Pun, dalam mempromosikan kesenian Indonesia. Seperti lewat foto, video hingga tulisan yang dibagikan di media sosial, generasi millenial dapat memperkenalkan indah dan kayanya kesenian Indonesia baik kepada masyarakat Indonesia sendiri maupun kepada bangsa untuk menyebar luaskan konten mengenai kesenian Indonesia lewat media sosial diperlukan akses internet yang kencang alias anti lelet. Nah, jangan khawatir! Kini, ada Smartfren yang memiliki jaringan internet yang sudah didukung dengan Super4GKuota. Jadi, kamu bisa dengan lancar untuk KuotakanSuaramu dan KuotakanMaumu mengenai kesenian Indonesia dengan kecepatan internet 4G, anti loading lama dan tanpa batasan waktu alias 24 jam non-stop. Keren banget kan?Nah, kalau bukan kita "anak bangsa" yang melestarikan kesenian Indonesia, lalu siapa lagi dong? Kesenian Indonesia adalah harta kekayaan milik bangsa kita, maka harus kita sendiri yang mengelolanya. Selagi muda, yuk lestarikan kesenian Indonesia. Yuk, terapkan 5 cara gaul di atas. Buktikan kontribusi nyata kamu untuk Indonesia tercinta! Baca Juga Tuangkan Harapanmu untuk Indonesia dan Menangkan Macbook Air! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

mengikuti kegiatan kesenian berguna untuk melestarikan