🦀 Pertanyaan Tentang Hakikat Belajar Dan Pembelajaran
HakekatBelajar Dan Pembelajaran Baca Onlline 12 October 16, 2019 FGI , Materi Comment Hakekat Belajar. Menurut Slavin dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan proses perolehan kemampuan yang berasal dari pengalaman. Menurut Gagne dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat berbagai unsur
1 Menekankan keberhasilan siswa. 2) Menggunakan berbagai strategi. 3) Menyadarkan guru bahwa kadang-kadang dirinya tidak selalu berfungsi sebagai sumber informasi. 1) Ada hubungan antara tujuan, proses dan hasil belajar. 2) Perbedaan antara kecakapan, kematangan serta latar belakang siswa juga diperhatikan.
HakikatBelajar, Mengajar Dan Pembelajaran z
Analisisini berusaha membantu peserta belajar lebih terarah dalam mengajukan pertanyaan dan mengikuti rencana: Pengadaan fakta, Menentukan apa yang relevan, Menyiapkan konsep penjelasan atau hubungan. Fasilitator dapat memperbaiki kualitas pembelajaran untuk mempelajari konsep dengan menggunakan model pembelajaran
HakikatBelajar dan Pembelajaran 1. Hakikat Belajar dan Pembelajaran | 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
HAKEKATPembelajaran IPA sd. Pembelajaran IPA masih terpengaruh oleh paradigma pendidikan lama, yaitu pembelajaran berpusat pada guru, sementara siswa sebagai "gelas kosong" yang harus siap diisi sesuai kemampuan guru. Dalam proses pembelajaran, biasanya siswa duduk manis, mendengarkan dan mencatat konsep-konsep abstrak yang
1 Fungsi Secara Umum. Secara umum, evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses memiliki 3 macam fungsi pokok, yaitu (1) mengukur kemajuan, (2) menunjang penyusunan rencana, (3) melakukan penyempurnaan kembali. Setidak-tidaknya ada dua macam kemungkinan hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi, yaitu :
A HAKEKAT STRATEGI PEMBELAJARAN. Strategi diartikan sebagai a plan, method,or series of activities designed to achies a particular education goal (J. R. David, 1976). Sterategi pembelajaran merupakan rencana tindakan ( rangkaian kegiatan ) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran.
1 Memiliki banyak minat. Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan. 2. Teknik Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui : tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb. 1.
MenurutAsrori (2010), tujuan model pembelajaran Snowball Throwing yaitu melatih murid untuk mendengarkan pendapat orang lain, melatih kreatifitas dan imajinasi murid dalam membuat pertanyaan, serta memacu murid untuk bekerjasama, saling membantu, serta aktif dalam pembelajaran. Sedangkan menurut Suprijono (2010) dan Saminanto (2010),
DalamKamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua 1991, guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya) mengajar. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen No 14 Tahun 2005 Pasal 2, guru dikatakan sebagai tenaga profesional yang mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik,
MenurutHamzah B. Uno (2007: 23) hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan keinginan
s5T6N0. Dalam merencanakan pembelajaran, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan guru dan siswa untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Kita dapat membuat sekurangnya 5 pertanyaan sebelum membuat suatu perencanaan pembelajaran. Apakah pernyataan “Perencanaan dalam setiap kegiatan melibatkan komponen dalam kegiatan tersebut” berlaku dalam perencanaan pembelajaran? Bagaimana tinjauan dari aspek guru dan siswa? Jawab Sama halnya pada setiap perencanaan, semua komponen tentu terlibat dalam kegiatan tersebut. Begitu pula dalam perencanaan pembelajaran. Guru sebagai penyampai pelajaran memiliki multiperan seperti penulis skenario, aktor, sekaligus sutradara dalam pembelajaran yang dilaksanakannya. Dari aspek guru, yang harus ditampilkan dalam pembelajaran setidaknya dapat terkondisikan dengan alokasi waktu yang tersedia. Ketersediaan waktu menjadi penentu agar pembelajaran yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Dalam kata lain, indikator ketercapaian kompetensi telah terukur dan mampu menggambarkan tingkat kepahaman dari peserta didik. Guru harus mampu mengajak siswa tertarik dengan pelajaran yang diberikan melalui inovasi kreatif dalam mengajar, misalnya penggunaan metode anjangsana kunjungan ke objek yang terkait dengan materi ajar. Dari aspek siswa, komponen pembelajaran yang dibutuhkan siswa setidaknya telah tersedia media pembelajaran yang menarik dan relevan dengan materi ajar yang sedang diberikan. Kesesuaian ini akan menumbuhkan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Pada akhirnya siswa akan dengan mudah menyerap pelajaran yang sedang diberikan. Sehingga pembelajaran yang dilaksanakan berjalan dengan efektif karena mampu mengarahkan siswa untuk paham dengan materi pelajarannya. Bagaimana perencanaan pembelajaran yang ideal menurut tuntutan kurikulum yang berlaku? Perencanaan yang ideal menurut tuntutan kurikulum tentunya telah memenuhi kriteria yang harus dilakukan dalam pembelajaran. Sesuai dengan kurikulum yang sedang berlaku, perencanaan setidaknya meliputi tiga hal pokok, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, kemudian penutup. Dalam satu paket perencanaan tersebut telah tergambarkan model pembelajarannya dengan jelas. Kemudian di dalam strategi hingga taktik mengajar juga telah disebutkan pada rencana pembelajarannya. Uzer Usman dalam bukunya “Menjadi Guru Profesional” menyebutkan persiapan mengajar yang baik harus memenuhi kriteria Materi dan tujuan mengacu pada garis besar program pengajaran. Proses belajar mengajar menunjang pembelajaran aktif dan mengacu pada analisis materi pelajaran. Terdapat keselarasan antara tujuan, materi dan alat penilaian. Dapat dilaksanakan. Mudah dimengerti/dipahami. Dalam perencanaan pembelajaran hal yang perlu ditampilkan pertama kali adalah Standar Kompetensi SK. Selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar KD sebuah topik, dari topik yang akan dibahas kemudian ditentukan pula indikator yang akan dicapai. Berikutnya menyebutkan tujuan pembelajaran yang seterusnya diberikan gambaran/deskripsi singkat materi yang akan disampaikan. Kemudian menyebutkan pendekatan dan metode yang akan dipakai. Sedangkan didalam kegiatan inti hingga kegiatan akhir menyebutkan taktik yang akan dilakukan meliputi membuka dengan doa, menyampaikan materi pertemuan selanjutnya serta doa penutup. Dibagian akhir disebutkan pula sumber ajar, alat, media, teknik penilaian, bentuk penilaian, intrumen dan kriteria penilaian. Apakah strategi yang tepat dapat mengembangkan intelektual peserta didik? Jawab Kemampuan intelektual peserta didik dapat terasah dengan pemilihan strategi belajar yang tepat. Hal seperti ini didahului oleh motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Motivasi dan semangat siswa pertama kali akan muncul apabila guru dapat menyampaikan materi ajar dengan menarik. Misalnya dengan pemilihan media belajar, teknik mengajar, dan metode pembelajaran yang menyenangkan siswa. Pembelajaran yang baik berupaya mengarahkan siswa untuk dapat mengeksplor pengetahuannya berdasarkan hal terkecil yang pernah ia temui, misalnya siswa diajak untuk menggambarkan sebuah kenampakan fisik suatu objek yang pernah ia temui. Dengan demikian pengetahuan siswa akan berkembang. Guru tidak seharusnya memaksa peserta didik yang agak lamban dalam belajar agar serta merta mengikuti proses pembelajaran disekolahnya. Guru juga jangan menghambat peserta didik yang jenius untuk berhenti menunggu pasif teman-temannya yang masih jauh di bawahnya. Dari sini ada penekanan agar guru tetap memperhatikan tingkat kemampuan peserta didik dalam menyerap materi ajar. Dewasa ini muncul pendidikan yang berorientasi pada kebebasan individu dengan mengeksploitasi kemampuan peserta didik atau pihak yang berkepentingan misal orang tua. Bagaimanakah sebaiknya? Jawab Pendidikan yang demikian itu memiliki tujuan agar peserta didik mampu memahami sebuah materi ajar dengan mendalam. Dalam kaitan ini muncul upaya kreatif dengan sendirinya dari siswa. Kreatif dalam belajar maksudnya adalah berkenaan dengan penggunaan atau memfungsikan kemampuan mental produktif dalam menyelesaikan atau memecahkan masalah, atau upaya pengembangan bentuk-bentuk artistik dan mekanis. Di dalam kelas sebaiknya tidak perlu mengistimewakan individu tertentu, tetapi di luar kelas ia dapat dibina secara khusus. Pembelajaran yang berlangsung di kelas berusaha untuk mengikuti alur pendahuluan, kegiatan inti, penutup akhir pembelajaran. Mengapa harus demikian? Bagaimana jika tidak demikian? Jawab Pembelajaran yang dilakukan sebenarnya dapat saja dijalankan tanpa mengikuti alur. Namun, pembelajaran yang diselenggarakan jadi sulit untuk diukur tingkat ketercapaiannya. Dengan demikian, idealnya memang pembelajaran yang dilakukan ialah mengikuti alur tersebut. Ini akan memberikan kesan bahwa pembelajaran yang dilakukan step by step atau langkah demi langkah. Dalam alur ini, pendahuluan atau kegiatan awal dimaksudkan untuk memberi pancingan dan curah pendapat brain storming agar dapat diarahkan pada materi pelajaran. Sementara itu, kegiatan inti merupakan langkah praktik yang dipakai dalam kegiatan belajar seperti penggunaan metode ajar. Pada bagian akhir hendaknya diberikan kesimpulan sehingga apa yang telah dipelajari akan diulas dan disimpulkan dengan lebih singkat untuk mudah dipahami siswa. Penulis Rudiono, staf pengajar di STKIP PGRI Pontianak, menempuh pascasarjana di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kontak onorudyasvatyahoodotcodotid.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Cara Memanfaatkan Pemakaian HP di Kelas Saat BelajarPendahuluan Perkembangan teknologi, terutama ponsel pintar smartphone, telah mengubah cara kita belajar. Di era digital saat ini, penggunaan ponsel dalam konteks pembelajaran bisa menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Artikel ini akan memberikan beberapa cara pemakaian HP di kelas saat belajar yang dapat memberikan manfaat bagi Aplikasi Pembelajaran Ponsel pintar dapat menjadi alat yang berguna untuk mengakses aplikasi pembelajaran. Ada banyak aplikasi yang tersedia secara gratis atau berbayar yang dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Beberapa aplikasi populer termasuk Khan Academy, Duolingo, Photomath, dan Quizlet. Dengan menggunakan aplikasi ini, siswa dapat belajar dengan cara yang interaktif dan menarik. Mencatat dengan Aplikasi Catatan Ponsel pintar juga dapat digunakan sebagai alat untuk mencatat. Banyak aplikasi catatan yang dapat diunduh, seperti Evernote atau Microsoft OneNote, yang memungkinkan siswa untuk membuat catatan secara digital. Keuntungan menggunakan aplikasi catatan adalah catatan tersebut dapat dengan mudah diorganisir, dicari, dan dibagikan. Siswa juga dapat menggunakan fitur suara atau foto untuk mencatat informasi dengan cepat. Mengeksplorasi Sumber Belajar Online Dalam kelas, ponsel dapat digunakan untuk mencari sumber belajar tambahan secara online. Dengan akses internet, siswa dapat mencari materi pelajaran yang lebih mendalam, menonton video pembelajaran, membaca artikel, atau mengakses sumber daya edukatif lainnya. Ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang topik yang sedang dan Diskusi Ponsel juga dapat digunakan untuk berkolaborasi dengan teman sekelas atau untuk berpartisipasi dalam diskusi online. Siswa dapat menggunakan pesan teks, grup chat, atau platform kolaboratif seperti Google Docs untuk berbagi ide, bertanya pertanyaan, atau memecahkan masalah bersama. Ini memfasilitasi kerja kelompok dan memperluas lingkup pembelajaran siswa di luar ruang dan Pengatur Waktu Fitur pengingat dan pengatur waktu pada ponsel dapat membantu siswa mengatur jadwal belajar mereka. Siswa dapat menggunakan alarm atau pengingat untuk membantu mereka mengatur waktu belajar, mengingat tenggat waktu tugas, atau mengatur jadwal untuk ulangan. Dengan pengaturan waktu yang baik, siswa dapat meningkatkan efisiensi belajar Penggunaan ponsel pintar di kelas saat belajar dapat memberikan manfaat jika digunakan dengan bijak. Dengan menggunakan aplikasi pembelajaran, aplikasi catatan, dan eksplorasi sumber belajar online, siswa dapat memperdalam pemahaman mereka tentang materi pelajaran. Kolaborasi dan diskusi menggunakan ponsel juga memungkinkan siswa untuk memperluas perspektif mereka. Terakhir, fitur pengingat dan pengatur waktu pada ponsel dapat membantu siswa mengatur jadwal belajar mereka. Dengan menggunakan ponsel secara bijak, siswa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mereka dan memaksimalkan potensi ponsel sebagai alat pembelajaran yang bermanfaat Lihat Pendidikan Selengkapnya
Learning is a process that must be done by every individual to get knowledge. It is considerably a fundamental element in the implementation of any education level. The success of education depends on the student learning process both within and outside the school. In formal education the learning process is inseparable from to the teaching and learning process. Both of these processes are synergized to realize the ideals of the nation in order to educate the life of the world. As learning creatures and educational practitioners, whatever related to learning is important to know. Learning is a conscious activity undertaken by individuals through training and experiences that produce behavioral changes that include the cognitive, affective and psychomotor aspects. While teaching and learning is a system or process of teaching subject matters that are planned, implemented, and evaluated systematically so that students can achieve the learning objectives effectively and efficiently. Th...
pertanyaan tentang hakikat belajar dan pembelajaran